Burung Enggang. Tari Burung Enggang dapat dimaknai sebagai bentuk penghormatan warga suku Dayak Kenyah terhadap nenek moyangnya. Burung Enggang Gading ini ternyata juga diwujudkan pada bentuk ukiran yang ada pada Budaya Dayak.
Suara yang dikeluarkan merupakan pertanda persiapan sebelum terbang. Namun juga ada yang memaknai tarian ini sebagai simbol perpindahan masyarakat suku Dayak Kenyah dari satu tempat ke tempat lainnya. Perlu diketahui jika dulunya masyarakat suku Dayak Kenyah sering berpindah tempat atau nomaden.
Namun juga ada yang memaknai tarian ini sebagai simbol perpindahan masyarakat suku Dayak Kenyah dari satu tempat ke tempat lainnya.
14 diantaranya terdapat di Indonesia. Perlu diketahui jika dulunya masyarakat suku Dayak Kenyah sering berpindah tempat atau nomaden. Burung enggang itu selalu dianggap sebagai bagian dari atas oleh masyarakat Dayak. Memasukkan Burung Enggang dengan nama latin Buceros rhinocerosborneoensis ke dalam lambang baru tersebut.